Rumah Film KPI sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar Anggota (MTA) sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu periode kepengurusan sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan ketua umum yang baru (10/4).

Ketua Rumah Film KPI, Haris, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Besar ini merupakan forum penting yang tidak hanya berfungsi sebagai ajang evaluasi, tetapi juga sebagai langkah reorganisasi dan regenerasi kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang loyal, berintegritas, dan progresif dengan berlandaskan nilai “give me five”, yakni loyalitas, kebersamaan, keorganisasian, tanggung jawab, dan kreativitas.

Selain itu, Haris juga menegaskan bahwa nilai-nilai Islam dan dakwah harus menjadi pondasi utama dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk dalam produksi film. Rumah Film KPI diharapkan terus konsisten menghadirkan karya-karya film bernuansa dakwah yang mengandung pesan moral dan nilai keislaman sebagai ciri khas yang membedakannya dari komunitas film lainnya. Ia juga menambahkan bahwa Mubes menjadi wadah pembelajaran bagi anggota untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta public speaking, sekaligus memperkuat hubungan antar UKM.

Sementara itu, Wakil Dekan III, Dr. Tontowi Jauhari, M.M., dalam sambutannya menyampaikan harapan dan dukungan penuh agar kegiatan Musyawarah Besar ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keislaman dan sikap progresif sebagai identitas organisasi. Tak lupa, ia menyampaikan salam dan doa dari Dekan serta seluruh sivitas akademika Fakultas Dakwah dan Ilmi Komunikasi agar kegiatan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi KPI, Subhan Arif, M.Ag., menegaskan bahwa regenerasi merupakan aspek penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Ia mendorong adanya rekrutmen anggota baru guna melahirkan generasi yang lebih berkualitas. Dalam konteks mahasiswa, organisasi dinilai sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi dan potensi diri yang akan bermanfaat di dunia kerja. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa organisasi hanyalah pendukung, sementara fokus utama mahasiswa tetap pada penyelesaian studi.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi, akademik, dan spiritual dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, termasuk menjaga ibadah di tengah kesibukan.

Melalui Musyawarah Besar ini, diharapkan Rumah Film KPI mampu menghasilkan keputusan strategis yang dapat membawa organisasi menjadi lebih baik, solid, dan berdaya saing, serta tetap konsisten dalam mengembangkan dakwah melalui media film.